Portofolio Saya : Untung Besar dari IBST

Sebuah keberuntungan seorang pemula! Salah satu saham yang saya pegang, IBST, tumbuh sebesar 150% dan memberikan keuntungan sebesar 41% pada porto saya! Ini bukan sesuatu yang disangka - sangka. Saya KKN di desa, jauh dari sinyal dan tidak mengikuti berita, dan ternyata harga saham IBST naik tajam seperti roket.


Pada cerita portofolio saya yang sebelumnya, saya kalah terhadap IHSG. Saya terkena dampak sell on may and go away, yang awalnya saya mengungguli IHSG, lalu saham - saham saya turun harganya dan kalah terhadap IHSG. Dan sekarang saya kembali mengungguli IHSG berkat kenaikan harga saham IBST yang sangat tajam.

Perubahan pada portofolio
Setelah saya cerita tentang portofolio saya sebelumnya pada bulan Juni, saya membuat perubahan pada portofolio saya karena beberapa pertimbangan. Maklum lah saya masih belajar dan terkadang keputusan yang saya buat itu belum sempurna. Maka saya perlu untuk terus menata portofolio agar mendapatkan hasil yang maksimal. Tapi semua itu tetap berpegang pada prinsip dasar yang diajarkan oleh para master investasi.

Beberapa saham saya keluarkan dari portofolio. Saya menjual seluruh saham PT. Erajaya Swasembada, Tbk. (ERAA), PT. Lippo Cikarang, Tbk. (LPCK), dan juga saham yang sudah untung 150% PT. Inti Bangun Sejahtera, Tbk. (IBST). Beberapa saham juga sempat masuk, lalu keluar lagi dari porto saya, yaitu saham PT. Selamat Sempurna, Tbk. (SMSM), dan PT. Supreme Cable Manufacturing and Commerce, Tbk. (SCCO).


Alasan saya menjual ERAA adalah karena saya sebelumnya juga kurang begitu yakin pada keputusan yang saya ambil. Saya membeli karena prospeknya yang menarik dan valuasinya yang murah. Dan akhirnya saya jual dan dialihkan untuk membeli PT. Ekadharma International, Tbk. (EKAD). Jika dilihat sebenarnya ERAA memang punya prospek yang bagus. Tetapi keputusan dalam investasi itu haruslah mantap dan yakin. Jadi, lebih baik saya jual ERAA yang kurang meyakinkan dan membeli EKAD yang lebih meyakinkan.

Kalo LPCK sebenarnya masih bagus juga prospeknya. Apalagi dengan proyek Meikarta yang penjualannya sampai saat ini mencapai 100 ribu unit. Tetapi saya jual rugi, karena saya mengetahui berita - berita miring tentang Lippo Cikarang dan juga Grup Lippo secara umum. Entah berita - berita miring tersebut bisa dipercaya atau tidak yang jelas saya ingin cari aman dulu. Saya alihkan dana ke saham lain yang lebih meyakinkan seperti PT. Wilmar Cahaya Indonesia, Tbk. (CEKA), EKAD, dan IBST.

Lalu saya juga memutuskan untuk menjual seluruh saham IBST yang harganya sudah naik 150%. Untuk bahasan Analisa Fundamental IBST ada di sini. Salah satu teman di grup menyarankan untuk menjual 50% lot saham ketika sudah mendapat untung 100%. Tapi saya sekalian jual semuanya karena laporan Q2 IBST kurang memuaskan dan ingin membeli saham lain yang lebih menarik. Saya membeli saham PT. Supreme Cable Manufacturing and Commerce, Tbk. (SCCO) yang sudah lama saya pantau dan ingin beli.

Saya juga sempat labil membeli PT. Selamat Sempurna, Tbk. (SMSM), lalu beberapa hari kemudian menjualnya lagi karena menemukan saham yang menarik lainnya. Yaitu saham PT. Colorpak Indonesia, Tbk. (CLPI). Maklum juga karena dana terbatas jadi tidak leluasa untuk memilih saham.


Prospek SCCO sebenarnya bagus. Dari data keuangannya bisa dilihat bahwa SCCO beberapa tahun terakhir menghasilkan ROE yang cukup tinggi. Pertumbuhan labanya juga tinggi. Pokoknya dilihat dari semua aspek menarik. Tapi ternyata ada saham sejenis yang juga menarik. Yaitu saham PT. KMI Wire and Cable, Tbk. (KBLI). Dilihat dari berbagai macam aspek keduanya sama - sama bagus. Saya juga bingung memilih mana yang harus saya beli. Tetapi terdapat sedikit perbedaan yang akhirnya memutuskan saya untuk menjual SCCO (tetap jual walaupun rugi) dan membeli KBLI.

Dilihat dari perbandingan aset lancar terhadap hutang lancar (rasio lancar), KBLI lebih unggul dengan rasio lancar sebesar lebih dari 200%. Sementara SCCO memiliki rasio lancar sebesar 160%. Dan pertumbuhan laba KBLI secara YoY yang tinggi sebesar hampir 100%, lebih bagus jika dibandingkan SCCO yang pertumbuhan labanya -57,2% YoY. Dilihat dari arus kas operasi KBLI menghasilkan arus kas operasi yang positif, sementara arus kas operasi SCCO negatif. Secara valuasi KBLI lebih murah dengan PER (TTM) sebesar 4,06, namun tidak berbeda jauh dengan SCCO yang memiliki PER (TTM) sebesar 5,37.

Saham - saham pilihan
Saham yang masih bertahan di porto saya sejak bulan Juni adalah EKAD dan CEKA. Lalu ditambah dengan saham - saham baru yang menarik, yaitu saham PT. Agung Podomoro Land, Tbk. (APLN), CLPI, dan KBLI.
ps : abaikan FREN, hehehe



Saham EKAD dan CEKA masih bertahan di portfolio saya, justru saya tambah karena saya yakin dengan kedua saham tersebut. Untuk EKAD tentu secara jangka panjang masih bagus, sudah ada bahasan Analisa Fundamental EKAD di sini. Untuk CEKA belum saya tulis bahasannya. Tapi secara keseluruhan, mulai dari model bisnis, produk, rasio keuangan dan valuasi itu bagus dan layak untuk dipertahankan dalam portofolio saya. Walaupun laporan Q2 CEKA turun, tapi saya masih yakin dengan prospeknya.

Lalu saya membeli APLN karena pertumbuhan labanya bagus di kuartal kedua. Labanya naik lebih dari 200% secara YoY. Jika dilihat dari data keuangan tahun - tahun sebelumnya pun sebenarnya juga lumayan menarik. Tapi dengan laporan keuangan Q2 yang fantastis tersebut saya jadi yakin untuk membeli saham APLN. Apalagi memang secara valuasi sangat murah dengan PER (TTM) hanya sebesar 4,74 dan bila dihitung dengan menggunakan metode Disounted Cash Flow (DCF) harga wajarnya berada pada kisaran Rp. 500,- per lembar saham. Dengan harga sekarang Rp. 236,- per lembar saham, ini memberikan diskon 50%.

Saham lainnya yang menarik yaitu CLPI. Sebenarnya saham ini sudah lama saya pantau dan memang cukup menarik. Tetapi saya masih kurang memiliki data yang cukup untuk membuat keputusan. Laporan keuangan tahun - tahun sebelumnya disajikan dalam bentuk Dollar Amerika yang mengharuskan saya untuk mengkonversi ke dalam Rupiah. Meskipun saya sudah mengkonversi dan menganalisa juga laporan - laporan keuangan tersebut, saya masih belum yakin. Dan setelah terlihat dalam laporan keuangan tahun Q2 yang disajikan dalam Rupiah ternyata CLPI ini memang menarik. Pertama yang saya lihat dari CLPI ini adalah valuasinya yang murah dengan PER (TTM) sebesar 6,69. Dan dihitung jika dihitung dengan metode DCF, harga wajarnya berada pada kisaran Rp. 2.300,- per lembar saham. Dengan harga sekarang Rp. 1.000,- per lembar saham, ini memberikan diskon lebih dari 50%. Untuk rasio keuangan secara keseluruhan CLPI ini terbilang bagus dan layak untuk disimpan dalam jangka panjang.

Untuk KBLI sudah dibahas di atas. Secara keseluruhan bagus. Dan untuk valuasi secara DCF, harga wajar KBLI berada pada kisaran Rp. 1.000,- per lembar saham. Dengan harga sekarang Rp. 420,- per lembar saham, ini memberikan diskon lebih dari 50%.

Kinerja portofolio vs. IHSG
Kinerja IHSG nampaknya cukup bagus akhir - akhir ini. Beberapa hari yang lalu IHSG sempat mencatatkan rekor terbarunya lalu turun lagi. Ya begitulah pasar modal. Selalu naik turun setiap hari. Begitu juga dengan saham - saham yang ada di portofolio saya. Dan seperti inilah perbandingan kinerja portofolio saya dengan IHSG sejak awal tahun sampai sekarang.


Harga saham selalu naik turun, baik yang ada di porto saya maupun semua saham yang ada di IHSG. Dan terlihat beberapa kali saya unggul dibandingkan IHSG, lalu turun menyamai IHSG, naik, turun lagi kalah dari IHSG, dan sekarang porto saya bertumbuh tinggi jauh di atas IHSG berkat kenaikan saham IBST.

Sebenarnya beberapa hari yang lalu, secara YTD porto saya tumbuh sebesar 41% setelah saya menjual saham IBST. Lalu, saya membeli SCCO dan menjualnya hari ini dengan kerugian 7% sehingga secara YTD porto saya menjadi sebesar 36%. Tidak apa - apa, masih di atas IHSG kok, hehehe.. Yang terpenting adalah yakin dengan keputusan yang dibuat. Entah itu nanti SCCO naik lagi setelah saya jual atau gimana, tidak masalah. Yang penting saya yakin dengan KBLI.

Seperti itulah perubahan - perubahan dan kinerja portofolio saya sejak awal tahun sampai sekarang. Silahkan berikan masukan dan saran untuk saya bagaimana cara mengatur portofolio dengan baik. Karena masih banyak yang perlu saya pelajari. Dan semoga informasi yang saya bagikan ini bisa bermanfaat menjadi referensi atau sekedar second opinion untuk anda. Juga jangan ragu untuk memberikan pertanyaan kepada saya melalui komentar di bawah atau kontak saya yang ada di pojok kanan atas blog ini.

Sekian. Terima kasih.
LihatTutupKomentar